Wanita Bekerja Tidak Tabu Lagi
Memperoleh pekerjaan adalah impian setiap orang yang baru lulus,baik dari pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Betapa tidak, setelah sekian tahun menuntut ilmu, bergelut dengan buku untuk memperoleh berbagai teori, maka sudah saatnya mempraktikan ilmu yang telah didapat untuk diterapkan dikehidupan masyarakat. Disamping itu tentu saja ingin merasakan betapa nikmatnya memperoleh penghasilan sendiri.
Keinginan untuk memperoleh suatu pekerjaan itu juga diidamkan oleh kaum wanita. Terbukanya kesempata untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi bagi kaum wanita menjadikan peranan wanita di negara kita semakin mantap. Ini berarti kaum wanita telah diterima dalam kancah kegiatan pembangunan. Dahulu, wanita bekerja sangat langkah dan dianggap bertentangan dengan norma yang berlaku ataupun adat kebiasaan.
Kini kehidupan peran ganda pada kaum wanita, yakni sebagai ibu rumah tangga dan wanita pekerja nyaris tak dapat dipisahkan lagi. Hal ini tercermin pada banyaknya wanita yang juga sebagai ibu rumah tangga yang setiap pagi sampai sore meninggalkan rumah untuk mencari nafkah.
Banyak factor yang memengaruhi mengapa wanita memutuskan untuk bekerja. Factor tersebut antara lain sbb:
1. Keadaan ekonomi, dengan bekerja seorang dapat menambah jmlah pendapatan
2. Didorong keinginan untuk membentuk karier.
3. Karena pembangunan memerlukan tenaga kerja dan wanita merupakan SDM.
Persamaan hak antara pria dan wanita telah mendorong wanita masuk dalam pasaran kerja. Sesuai dengan pasal 27 ayat 2 dalam UUD 1945, yakni ”Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
Rabu, 07 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012
Lupus si "jambul"
Lupus adalah tokoh fiksi dalam serial novel berjudul, dengan penulis Hilman Hariwijaya. Novel pertama Lupus pertama diterbitkan sekitar November 1986 yang berjudul "Tangkaplah Daku, Kau Kujitak!". Isi dari novel Lupus ini ceritanya tidak saling berhubungan.
Lupus memiliki keluarga yang unik, karena setiap orang dikeluarganya mempunyai karakter masing-masing. seperti: Papi(Mulyadi) yang memiliki sifat pelit meskipun dalam keluarganya, sangat berhemat; Mami(Anita) berhobi memasak, memiliki bisnis katering, suka belanja; Lulu(adik Lupus) doyan sekali dandan, bergaya seperti dewasa; Lupus memiliki ciri khas yang mudah untuk dikenali teman-temannya yaitu suka sekali dengan buble gum, berambut jambul, konyol, baik hati tidak sombong, suka menabung...
Semenjak Papi Lupus meninggal ketika Lupus kelas 1 SMA, Lupus yang memiliki kewajiban untuk melindungi Mami dan Lulu dan rela bekerja membantu Maminya sebagai jurnalis. Ada beberapa cerita Lupus ini dijadikan film dan sinetron.Terdapat pula sederetan gadis yang pernah menjadi kekasihnya. Seperti Poppy, Rina, Happy, sampai yang terbaru adalah Nessa.
Langganan:
Postingan (Atom)